Baca juga: PTP Nonpetikemas Genjot Konsep ‘Green Port’, Jaga Kesehatan Pekerja dan Lingkungan
Angka ini praktis melampaui target yang dipatok manajemen sebesar 25 persen dari rencana awal yang hanya 2.008 T/S/D.
Bila disandingkan dengan periode yang sama pada April 2025 yang bertengger di angka 1.494 T/S/D, artinya ada lonjakan pertumbuhan riil hingga 68,1 persen.
Catatan impresif juga menular pada kemasan komoditas karungan (bag cargo). Kecepatan bongkar muatnya tercatat menyentuh 752 T/S/D, alias nangkring 24,1 persen di atas target internal sebesar 606 T/S/D. Performa ini tumbuh 56 persen dibanding pencapaian April tahun lalu yang mandek di level 482 T/S/D.
Secara akumulatif, Pelabuhan Tanjung Pandan berhasil mengamankan total volume arus barang (throughput) yang solid di angka 168,06 ribu ton.
Dari total volume tersebut, bag cargo masih memegang takhta sebagai kontributor paling gemuk dengan pasokan mencapai 152,3 ribu ton.
Baca juga: Garam Australia 15 Ribu Ton Serbu Cirebon, PTP Nonpetikemas Genjot Bongkar Muat
Di sisi lain, general cargo merangkak naik 12,6 persen menjadi 12,9 ribu ton dari periode tahun lalu sebesar 10,2 ribu ton.
Asep mengamini bahwa capaian manis ini tak lepas dari kerja keras tim dalam menstabilkan sistem digitalisasi yang baru diadopsi.
“Kinerja ini merupakan hasil dari komitmen seluruh tim dalam menjaga produktivitas serta memberikan layanan terbaik bagi pelanggan,” kata Asep.
Menyokong Armada dengan Otot Mekanis
Mempercepat waktu sandar kapal tentu mustahil terjadi jika hanya mengandalkan peranti lunak di atas meja kerja.




