Destry menegaskan bahwa seluruh tugas dan kewenangan Bank Indonesia tetap berjalan sesuai amanat undang-undang. Fokus utama BI tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, memperkuat sistem pembayaran, serta mendukung stabilitas sistem keuangan agar aktivitas ekonomi dan investasi tetap tumbuh berkelanjutan.
“Bank Indonesia akan selalu senantiasa memastikan keberlangsungan tugas dan wewenang untuk mencapai stabilitas nilai tukar rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, dan turut menjaga stabilitas sistem keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, yang dapat menciptakan lingkungan ekonomi yang kondusif bagi pertumbuhan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja sesuai dengan amanat Undang-Undang Bank Indonesia,” kata Destry dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Destry juga menegaskan bahwa Bank Indonesia akan terus mengedepankan tata kelola kelembagaan yang profesional serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepastian kebijakan yang menjadi pertimbangan utama investor domestik maupun global.
Kepastian Kebijakan Jadi Kunci Menjaga Kepercayaan Investor
Bagi masyarakat urban, kepastian arah kebijakan Bank Indonesia memiliki dampak langsung terhadap berbagai aspek ekonomi, mulai dari bunga kredit perumahan, pembiayaan kendaraan, hingga daya tarik investasi di pasar keuangan. Karena itu, transisi kepemimpinan yang berjalan tertib menjadi sinyal positif bagi stabilitas ekonomi nasional.
Pelaku pasar kini akan mencermati langkah pemerintah dalam menentukan Gubernur Bank Indonesia yang definitif. Keberlanjutan kebijakan moneter yang kredibel diharapkan mampu menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, serta menciptakan iklim investasi yang sehat sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.



