URBANCITY.CO.ID — Akses permodalan yang tepat sasaran kini menjadi katalis utama bagi transformasi gaya hidup produktif dan pertumbuhan ekonomi perkotaan modern.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan komitmen Indonesia memperkuat ekosistem kewirausahaan dan memperluas likuiditas inklusif dalam Pertemuan Tingkat Menteri UMKM APEC (32nd APEC SME Ministerial Meeting) di Guangzhou, Cina, Jumat (4/9).
Pemerintah menempatkan panggung internasional ini sebagai ajang strategis untuk menawarkan formula keberlanjutan bisnis lokal ke level global.
Kehadiran delegasi nasional membuktikan bahwa inovasi kebijakan pembiayaan mampu menciptakan iklim usaha yang lebih kompetitif dan bernilai investasi tinggi.
Baca Juga: Perkuat UMKM, Bank Jakarta Salurkan Pembiayaan Pasar Senilai Rp326 Miliar
“Keberhasilan kebijakan pembiayaan tidak hanya diukur dari seberapa besar pembiayaan yang disalurkan, tetapi juga dari seberapa efektif pembiayaan tersebut mampu membuat UMKM tumbuh, semakin resilien, dan naik ke tingkat pengembangan yang lebih tinggi,” kata Menteri Maman.
Likuiditas Sektor Produktif Buka Cuan Investasi Baru
Suntikan modal segar terus membanjiri sektor-sektor riil yang menjanjikan return ekonomi jangka panjang.
Pemerintah mencatat realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2025 menembus Rp286 triliun bagi 4,5 juta pelaku usaha, dengan torehan rekor alokasi 60,5 persen khusus mengalir ke sektor produktif seperti agribisnis modern, perikanan, dan manufaktur.
Baca Juga: Revitalisasi UMKM Sumatera: Peluang Investasi dan Akselerasi Ekonomi
“Ini mencerminkan komitmen kami untuk mengarahkan pembiayaan kepada kegiatan produktif yang mampu menciptakan nilai ekonomi lebih besar dan membuka lapangan kerja berkualitas,” katanya.
Tren ekspansi permodalan ini terus melaju kencang sepanjang tahun berjalan 2026. Perbankan dan lembaga keuangan menyalurkan KUR senilai Rp201 triliun kepada 3,1 juta debitur per 24 Agustus 2026, di mana 51 persen portofolio sukses memberdayakan wirausaha perempuan.
Bunga Murah Dorong Gaya Hidup Mandiri Finansial
Keringanan beban bunga kini menghadirkan angin segar bagi pelaku usaha perempuan untuk mengoptimalkan potensi finansial keluarga secara mandiri.
Baca Juga: Rahasia UMKM Lokal Tembus Pasar Global: Sentuhan Budaya dan Cuan Urban
Pemerintah merombak fundamental program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) agar instrumen ini makin ramah terhadap arus kas wirausaha skala mikro.
“Di bawah arahan Presiden, skema pembiayaan Mekaar saat ini sedang ditransformasikan, dengan tingkat pembiayaan yang ditargetkan turun dari sekitar 20-25 persen menjadi 8 persen mulai tahun ini,” kata Menteri Maman.
Ekspansi modal murah tersebut berjalan beriringan dengan penguatan program PRO-KESRA Produktif. Kolaborasi lintas sektor ini mengintegrasikan peningkatan kapasitas manajerial sehingga para perintis usaha sanggup bersaing menghadapi dinamika pasar urban.
“Program tersebut diarahkan untuk mendukung target 10 juta orang berusaha dan bekerja melalui layanan yang terintegrasi lintas kementerian dan lembaga,” kata Menteri Maman.
Baca Juga: Peluang Cuan Wirausaha Muda: Menteri UMKM Dorong Mahasiswa Bangun Bisnis
Fondasi Regulasi Pacu Valuasi Ekosistem Usaha
Pemerintah mempercepat akselerasi rasio kewirausahaan nasional melalui pengesahan regulasi strategis yang memayungi iklim bisnis modern.
Landasan hukum ini memberi kepastian bagi para investor dan pelaku startup lokal untuk melipatgandakan valuasi portofolio mereka hingga level regional.
Menteri UMKM menjelaskan penguatan tersebut didukung melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional yang menjadi acuan kebijakan lintas kementerian dan lembaga, sekaligus menetapkan target rasio kewirausahaan Indonesia mencapai 8 persen pada 2045.
Baca Juga: Bursa Wirausaha Unggulan Sumut: Akselerasi Investasi dan UMKM Naik Kelas
Digitalisasi proses bisnis kian lengkap berkat kehadiran platform terpadu SAPA UMKM. Ekosistem digital ini menyatukan basis data, kurasi pelatihan, hingga pembukaan akses pasar internasional dalam satu genggaman layar.
“Melalui berbagai inisiatif tersebut, Indonesia tidak hanya memperkuat UMKM di tingkat nasional, tetapi juga berkontribusi dalam agenda APEC untuk membangun UMKM yang lebih inklusif, inovatif, digital, tangguh, serta terhubung dengan pasar regional maupun global,” kata Menteri UMKM.




