Ia mengingatkan bahwa di era krisis seperti sekarang, kebesaran skala bisnis dan melimpahnya aset tidak lagi menjadi jaminan keselamatan.
Kekuatan utama Pertamina ke depan justru terletak pada seberapa solid ekosistem tersebut bergerak bersama dalam satu komando.
“Saya ingin menegaskan bahwa sinergi bisnis Pertamina Group harus dijalankan secara nyata, bukan hanya konsep organisasi,” ujarnya dengan nada lugas.
Baca juga:Â Maknai Idul Adha 2026, Pertamina Group Berbagi Lebih dari 4.400 Hewan Kurban
Sebagai langkah konkret meredam kebocoran anggaran ke pihak luar, Komut menegaskan aturan main baru. Setiap unit bisnis dan anak perusahaan kini diwajibkan mengutamakan penggunaan produk, jasa, serta kapabilitas internal yang dimiliki oleh sesama anggota keluarga besar Pertamina Group.
Praktik belanja ke vendor luar negeri atau pihak ketiga harus ditekan habis, sepanjang kebutuhan tersebut bisa dipasok dari dalam dengan catatan memenuhi aspek keekonomian serta kualitas yang setara.
Seluruh ekosistem Pertamina kini dipaksa untuk saling memperkuat satu sama lain demi menjaga otot ketahanan energi nasional tetap kokoh. (*)




