Mulai dari kecukupan gizi anak-anak, jaminan pupuk bagi petani, hingga akses pasar yang adil bagi para nelayan.
“Anak-anak kita, anak-anak, saudara-saudara yang paling lemah, paling miskin, paling tidak berdaya, harus memperoleh gizi yang cukup. Petani kita harus memperoleh pupuk yang tepat waktu dan harga yang benar. Nelayan kita harus memperoleh akses pasar yang adil dan harus dibantu dan harus diberdayakan,” tegas Presiden dengan nada lugas.
Baca juga: Mengenang 1 Juni: Sejarah Lahirnya Pancasila dan Makna Pentingnya Bagi Bangsa
Tak lupa, nasib para buruh dan pekerja juga menjadi sorotan utama dalam pidatonya. “Pekerja-pekerja kita harus memperoleh kesempatan penghidupan dan penghasilan yang layak.
Nasib pekerja kita harus dilindungi, harus dibantu,” sambungnya menekankan aspek perlindungan sosial.
Hentikan Aliran Keuntungan ke Luar Negeri
Presiden Prabowo juga menyuarakan kritik tajam terhadap praktik ekonomi masa lalu yang dinilai terlalu memanjakan pihak asing.
Ia menegaskan, sudah saatnya Indonesia berdaulat penuh atas kekayaan buminya sendiri dan menghentikan pelarian modal ke luar negeri.
“Ekonomi kita tidak boleh hanya menguntungkan segelintir orang saja. Sudah terlalu lama harga berbagai kekayaan alam kita ditentukan oleh pihak lain, ditentukan di negara lain. Sudah terlalu lama sebagian keuntungan dari sumber daya alam mengalir ke luar negeri dan tidak tinggal di Ibu Pertiwi,” cetus Presiden Prabowo.
Baca juga: Dari Kebumen, Presiden Prabowo Bersumpah Stop Kebocoran Kekayaan Negara




