URBANCITY.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto memanfaatkan momentum panen raya di tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, untuk mengirimkan pesan politik yang kuat.
Di hadapan para petani dan pejabat negara, Kepala Negara menegaskan komitmennya untuk mengamankan kedaulatan pangan sekaligus menutup rapat semua celah kebocoran anggaran dan sumber daya alam nasional.
Pidato ini menjadi kelanjutan dari orasi politiknya di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI beberapa hari sebelumnya.
Presiden menegaskan bahwa kekayaan melimpah yang dimiliki bumi pertiwi harus dikelola secara mandiri demi kemakmuran masyarakat luas, bukan justru dinikmati oleh segelintir kelompok atau dikontrol oleh kekuatan asing.
Baca Juga: Panen Udang di Kebumen, Presiden Prabowo Siapkan Proyek 2.000 Hektare di NTT
Rapor Hijau Swasembada Karbohidrat dan Target Protein Nasional
Memasuki bulan ke-19 masa pemerintahannya, Presiden Prabowo memaparkan sejumlah capaian strategis di sektor agraria.
Mantan Menteri Pertahanan ini mengklaim Indonesia telah berhasil mengunci status swasembada untuk dua komoditas karbohidrat utama, yakni beras dan jagung, serta pemenuhan kebutuhan protein dari sektor perunggasan.
Meski demikian, pemerintah mengakui masih memiliki pekerjaan rumah yang besar di sektor peternakan, khususnya pemenuhan kebutuhan daging sapi nasional yang saat ini masih bergantung pada keran impor.
“Kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada beras, jagung, kemudian protein kita, telur, ayam, daging kita masih belum. Ini sudah kita kerjakan mungkin kita 4 tahun lagi, 5 tahun lagi kita swasembada daging. Pangan relatif kita aman,” ujar Presiden Prabowo Subianto, Sabtu (23/5/2026).




