Sebaliknya, produk industri Jerman seperti pipa dan tabung baja mencatatkan pertumbuhan ekspor ke Indonesia sebesar 225 persen dengan nilai USD 215 juta.
Data perdagangan periode Januari—Februari 2026 mencatat total transaksi sebesar USD 860,6 juta, dengan posisi impor Indonesia dari Jerman masih mendominasi di angka USD 529,5 juta.
Ekspansi ke Sektor Jasa Profesional
Kemitraan strategis ini kini bertransformasi melampaui pertukaran barang. Kementerian Perdagangan berkolaborasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran untuk menempatkan 4.000 tenaga kerja profesional Indonesia di Jerman pada sektor perhotelan, ritel, dan kesehatan.
“Inisiatif yang merupakan tindak lanjut dari Misi Dagang Bersama untuk Jasa Profesional di Berlin ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama kedua negara telah bertransformasi menjadi kemitraan komprehensif yang mencakup kerja sama mobilitas talenta dan pengembangan modal manusia,” tutur Wamendag.
Baca Juga: Wamendag Dyah Roro Esti: Perempuan Berdaya Kunci Penguatan Ekonomi Nasional
Kepercayaan Investor Jerman
Anggota German Bundestag, Thomas Bareiß, menyatakan bahwa hubungan bilateral yang telah terjalin lebih dari 60 tahun didasarkan pada rasa saling percaya.
Saat ini, terdapat sekitar 300 perusahaan Jerman yang beroperasi di Indonesia, mulai dari skala menengah hingga korporasi besar.
Hadirnya I-EU CEPA nantinya diyakini akan menjadi katalisator bagi perusahaan Jerman untuk memperkuat kolaborasi di sektor energi, bahan baku, dan industri hijau.
Dengan dukungan infrastruktur perdagangan melalui Atase Perdagangan di Berlin dan ITPC di Hamburg, pemerintah optimistis integrasi ekonomi Indonesia-Jerman akan semakin solid di masa depan. (*)






