Baca juga: Maknai Idul Adha 2026, Pertamina Group Berbagi Lebih dari 4.400 Hewan Kurban
2. Remote Surveillance: Berfokus pada pengawasan operasional jarak jauh demi memotong waktu pengambilan keputusan darurat di lapangan.
3. Tech Orchestration Center: Menjadi konduktor yang menyelaraskan seluruh inovasi digital di sepanjang rantai nilai (value chain) perusahaan.
“Transformasi digital kami berjalan di seluruh rantai nilai energi, mulai dari upstream, midstream, hingga downstream untuk oil & gas, serta energi baru dan terbarukan,” kata Sigit.
Langkah taktis Pertamina memeluk teknologi digital ini diakui oleh SVP Business Support PT Medco E&P Indonesia, Iwan Prajogi.
Medco rupanya setali tiga uang; mereka mulai menyuntikkan algoritma cerdas dan machine learning untuk memuluskan mitigasi risiko keselamatan kerja dan menjaga keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Baca juga: Pasang AI di Rig Pengeboran, Pertamina Drilling Pangkas Risiko Kecelakaan Kerja
“AI dan machine learning bukan sekadar proyek teknologi, tapi bagian dari transformasi bisnis jangka panjang,” ujar Iwan.
Menjaga Ketahanan Energi Lewat Data
Skala bisnis Pertamina yang terbentang masif dari pencarian sumur minyak baru, pengelolaan kilang, hingga distribusi retail ke SPBU di daerah terpencil memang menuntut akurasi tingkat tinggi.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menilai wajar jika tata kelola teknologi digital mereka kini mulai dilirik dan dijadikan referensi oleh korporasi energi lain.




