Bagi Baron, pemasangan sistem AI ini memikul beban moral yang jauh lebih besar daripada sekadar urusan mencetak laba bersih di pembukuan saham.
Baca juga:Â Siasat Dual Growth Strategy, Pertamina Gandeng ERIA Racik Transisi Energi
Teknologi digital dipaksa bekerja keras untuk menggaransi mandat ketahanan energi nasional yang dibebankan negara ke pundak Pertamina.
Sistem monitoring data harian wajib memastikan rumus 4A kelistrikan dan bahan bakar nasional tetap terpenuhi tanpa kendala: ketersediaan (Availability), keterjangkauan (Affordability), aksesibilitas (Accessibility), dan keterterimaan (Acceptability) BBM dari Sabang sampai Merauke.
“Bisnis Pertamina yang sangat besar, mulai dari hulu hingga hilir, mulai dari pencarian minyak, mengolahnya hingga bagimana mendistribusikannya ke seluruh pelosok Indonesia, tentu memerlukan dukungan penggunaan teknologi digital dan AI,” tutur Baron memungkasi penjelasan. (*)




