“Kebijakan seperti kewajiban Bahasa Inggris di sekolah dasar tidak selesai ketika ditandatangani. Kebijakan itu baru benar-benar terlaksana ketika seorang anak berusia sembilan tahun di Papua atau di sebuah desa di Jawa Barat dapat mengucapkan beberapa kalimat dalam Bahasa Inggris tanpa rasa takut,” ungkapnya.
Harmonisasi Bahasa Global dan Kekayaan Budaya Bangsa
Penguasaan bahasa asing berjalan selaras dengan pemeliharaan nilai-nilai kebangsaan serta kelestarian dialek nusantara.
Anak-anak Indonesia tetap memegang teguh bahasa Indonesia sebagai pengikat persatuan dan menjaga bahasa daerah sebagai akar identitas budaya.
Baca Juga: Investasi Modal Manusia: 169 Generasi Unggul Raih Beasiswa Talenta 2026
Strategi pembelajaran ini membekali anak dengan ketangkasan mental dwibahasa sejak fase perkembangan emas.
Kemampuan menguasai wacana global sekaligus mempertahankan jati diri lokal menjadi nilai tambah unggul bagi generasi penerus masa depan.
Investasi pendidikan terpadu ini membuka jalan bagi seluruh anak Indonesia untuk tampil percaya diri sebagai warga dunia yang kompeten dan berkarakter.




