Baca Juga:Â Investasi SDM Inklusif: Kemendikdasmen Modernisasi 836 SLB Demi Kemandirian Anak
Ketiadaan plafon dan kebocoran atap yang kronis selama bertahun-tahun mengancam keselamatan fisik serta mengganggu konsentrasi anak saat mencerna pelajaran.
Alokasi dana bantuan tersebut menuntaskan pemugaran 14 ruang kelas belajar, satu ruang guru modern, satu kantor administrasi, satu unit perpustakaan, dan satu ruang UKS terpadu.
Sekolah juga mendirikan delapan bilik sanitasi higienis yang memisahkan area guru dan murid guna mengadopsi standar hidup sehat masyarakat perkotaan.
Pemugaran menyeluruh ini mengembalikan hakikat sekolah sebagai rumah kedua yang aman dan nyaman bagi anak didik.
“Harapan kami, dengan lingkungan yang baik dan sarana-prasarana yang mendukung serta nyaman, murid-murid dapat menjalankan pembelajaran dengan baik.
Baca Juga:Â ASDP Urai Kepadatan Ketapang-Gilimanuk, Amankan Logistik dan Wisata Urban
Begitu juga guru-guru dapat lebih bersemangat dan termotivasi untuk memberikan pembelajaran yang lebih baik,” tuturnya.
Renovasi Atap dan Sanitasi Tuntaskan Ancaman Banjir di Grobogan
Kebutuhan peningkatan sarana belajar serupa terwujud di SD Negeri Rejosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, melalui kucuran dana revitalisasi senilai Rp1.002.563.503.
Sekolah sebelumnya kerap terendam luapan genangan air hujan akibat rusaknya drainase dan kebocoran enam ruang kelas utama.
Manajemen sekolah mengalokasikan bantuan pemerintah untuk merombak konstruksi atap, memperkuat dinding struktur, menata sistem saluran pembuangan air, serta merenovasi toilet sanitasi.




