Baca Juga:Â Buka 1,1 Juta Lowongan Kerja, Menteri Abdul Mu’ti Targetkan Revitalisasi 71 Ribu Sekolah
Penataan lanskap sekolah yang rapi menjamin aktivitas belajar tetap berlangsung kondusif tanpa ancaman banjir musiman.
Kepala SDN Rejosari, Toni Hariyanto, menyambut tuntasnya pembenahan fisik ini sebagai jawaban atas kecemasan tenaga pengajar dan wali murid selama bertahun-tahun.
“Semoga murid-murid kami bisa belajar dengan tenang, bisa mendapatkan prestasi yang lebih baik. Guru-guru juga bisa mengajar dengan tenang tanpa ada rasa takut,” ungkapnya.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PDPNFI) Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, memimpin agenda percepatan pelaporan progres guna memastikan serapan anggaran berjalan tepat sasaran.
Baca Juga:Â Dukung KEK Sanur, BNI Teken Kredit Untuk Revitalisasi Hotel
Forum koordinasi teknis ini mempertemukan unsur Inspektorat kementerian, tenaga ahli perguruan tinggi, tim jaminan teknis, serta para kepala sekolah terpilih.
Kemendikdasmen mewajibkan seluruh pengelola satuan pendidikan menyampaikan laporan pertanggungjawaban fisik secara transparan, akurat, dan sesuai jadwal perjanjian.
Mitigasi berlapis ini menjaga integritas fiskal negara sekaligus memastikan bangunan sekolah baru memenuhi standar ketahanan bencana dan kelayakan fungsi jangka panjang.
Modernisasi infrastruktur pendidikan dasar ini menjadi fondasi investasi berkelanjutan untuk mencetak generasi muda nusantara yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.




