“Yang penting semuanya gembira, fun, dan mereka berani serta percaya diri menggunakannya,” tuturnya.
Baca Juga: AMI Awards 2026 Perkuat Industri Musik Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Pola Pelatihan Hibrida Jangkau Puluhan Ribu Sekolah Secara Masif
Sinergi Partisipasi Semesta ini memobilisasi kepakaran akademisi kampus langsung ke pusat-pusat komunitas guru di daerah.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Nunuk Suryani, membeberkan rekam jejak penyiapan 1.057 Fasilitator Daerah (Fasda) serta 5.777 guru melalui skema In-On-In yang memadukan Learning Management System (LMS), lokakarya tatap muka, dan On the Job Training (OJT).
“Berbagai upaya tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam menyiapkan guru menghadapi pemberlakuan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di sekolah dasar. Namun, mengingat besarnya kebutuhan peningkatan kompetensi guru, diperlukan langkah percepatan dengan melibatkan lebih banyak mitra, khususnya perguruan tinggi,” jelas Nunuk.
Melalui pendekatan “Perguruan Tinggi Mendatangi Lokus”, para dosen ahli langsung mendatangi sekolah sasaran untuk memberikan bimbingan intensif selama 10 hari efektif atau setara 80 Jam Pelajaran (JP).
Porsi pelatihan terbagi seimbang antara 40 JP pendampingan luring dan 40 JP modul mandiri digital via platform Ruang GTK.
Baca Juga: Festival Dalang Anak 2026: Investasi Karakter Generasi Muda dan Aset Kreatif Bangsa
Materi kurikulum mencakup pengayaan kosakata harian, teknik pedagogi ramah anak, perancangan media ajar kreatif, hingga simulasi mengajar kontekstual.




