Rusprita menyoroti pentingnya pembentukan karakter tangguh serta pola pikir kritis siswa selama melewati fase persaingan riset tingkat internasional.
Baca Juga: Mendikdasmen Tegaskan Integritas Dana Revitalisasi Sekolah Demi Fasilitas Unggul
“Kami berharap capaian ini menjadi motivasi bagi murid untuk terus mengembangkan potensi, memberikan manfaat bagi masyarakat, dan berkarakter kuat,” tutur Rusprita.
Inovasi Baja Hijau dan Sensor Tulang Raih Podium Tertinggi
Prestasi puncak hadir lewat inovasi material ramah lingkungan karya Tim ChemisTwin asal SMA Nasional KPS Balikpapan.
Safira Laksmi Dewi dan Prayogo Aryobimo menyabet medali emas berkat riset NANOVA, sebuah lapisan superhidrofobik berbasis nanoselulosa ramah lingkungan untuk memproteksi baja dari korosi ekstrem industri.
Keberhasilan tersebut langsung disusul oleh Tim SYFORCE dari MAN Insan Cendekia Pekalongan yang mengamankan medali perak.
Baca Juga: Investasi Modal Manusia: 169 Generasi Unggul Raih Beasiswa Talenta 2026
Muhammad Sulthan Fadhil Ardani dan Alrizta Winant Maliki Herdyanto merancang SIMUFLEX, perangkat cerdas pemantau kelengkungan tulang belakang berbasis fusi sensor untuk mendeteksi skoliosis secara dini bagi masyarakat urban.
Kategori medali perunggu turut diperkuat oleh Tim SCAB asal SMAN 6 Yogyakarta melalui perangkat EnviroSmart Device pemandu tunanetra, serta Tim PORTIS dari SMAN 1 Sumenep lewat teknologi drone pengawas penangkapan ikan ilegal berkonsep computer vision YOLO.
Solusi teknologi aplikatif ini membuktikan kejelian generasi muda dalam menjawab tantangan nyata industri dan inklusi sosial.




