Presiden AS Donald Trump bersikeras menolak usulan Iran mengenai pungutan tarif bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz—sebuah syarat yang diajukan Teheran dalam draf perdamaian.
Baca Juga: Nasib Tanker Pertamina di Selat Hormuz Saat Kapal Malaysia-Pakistan Mulai Diizinkan Lewat
Secara terpisah, Trump justru memberikan sinyal keras. Ia menyatakan akan tetap mempertahankan blokade angkatan laut jika kesepakatan damai yang komprehensif tidak tercapai sebelum masa gencatan senjata berakhir pada Rabu, 22 April 2026.
“Saya tidak akan memperpanjangnya, tetapi blokade akan tetap berlaku,” kata Trump kepada awak media di Amerika Serikat, Sabtu, 18 April 2026.
Meski melontarkan ancaman, Trump masih menyisakan ruang diplomasi. Ia mengaku optimis bahwa kesepakatan damai dengan Iran tetap mungkin terjadi dalam waktu dekat. “Saya pikir itu akan terjadi,” tegasnya.
Penutupan kembali Selat Hormuz ini diprediksi akan memicu lonjakan harga minyak mentah dunia jika jalur logistik utama tersebut tetap berada dalam penguasaan ketat militer Iran selama beberapa hari ke depan. (*)






