Baca Juga: Dukung Swasembada Pangan, Kemendag Terbitkan Permendag 11/2026 Batasi Impor Pertanian
Bergerak Serentak dari Bali Hingga Sulawesi
Denyut pengawasan ketat ini sudah mulai terasa di berbagai daerah. Di Pulau Dewata, BRMP Bali langsung merapikan tata kelola usulan bantuan dengan membentuk tim verifikasi khusus berbasis supervisi ketat untuk memotong birokrasi yang lamban.
Bergeser ke wilayah timur, BRMP Sulawesi Barat tengah sibuk memfinalisasi data petani penerima bantuan bibit kakao agar tepat bidikan.
Langkah serupa dilakukan oleh BRMP Sulawesi Tengah yang berkejaran dengan waktu untuk merampungkan akurasi data proyek cetak sawah baru dan perkebunan kelapa.
Sementara di Sumatera Barat, sosialisasi pengusulan komoditas perkebunan terus digencarkan kepada para petugas lapangan.
Baca Juga: Bulog Kawal Tanam Jagung Nasional di Sumsel: Dirut Rizal Ramdhani Bidik Swasembada Pangan 2026
Tak kalah inovatif, BRMP Kepulauan Bangka Belitung kini menerapkan sistem digitalisasi pengawasan melalui aplikasi e-Banper demi menjamin transparansi data yang bebas dari manipulasi.
Ujung Tombak Pengendalian di Lapangan
Kepala BRMP Kementan, Fadjry Djufry, menegaskan bahwa jaringan BRMP di tingkat provinsi adalah ujung tombak yang mengawal visi besar menteri di atas tanah berlumpur sawah.
“BRMP terus memperkuat koordinasi dan pengawalan program strategis Kementerian Pertanian di seluruh wilayah Indonesia. Melalui BRMP Provinsi dan penguatan koordinasi wilayah, kami memastikan pendampingan program berjalan lebih cepat, terukur, dan tepat sasaran,” tutur Fadjry di Jakarta, Jumat (29/5/2026).
