Ogi menjelaskan, efek domino ini diantisipasi industri dengan pengetatan seleksi risiko (underwriting) dan penyesuaian tarif premi agar sepadan dengan kenaikan profil risiko di lapangan.
Meski demikian, data teranyar menunjukkan situasi masih relatif terkendali. Per Maret 2026, rasio klaim lini usaha kredit pada industri asuransi umum dan reasuransi gabungan (konvensional dan syariah) tercatat melandai di angka 97,00 persen.
“Angka ini menunjukkan perbaikan dibandingkan posisi Februari 2026 yang mencapai 108,40%, sehingga secara month-to-month tidak mengalami peningkatan, melainkan penurunan yang mengindikasikan perbaikan kinerja klaim pada periode tersebut,” kata Ogi memungkasi penjelasannya. (*)





