Mengoptimalkan Valuasi Aset Strategis BUMN Lewat Sinergi
Baca Juga:Â Waves of Weave: Investasi Nilai Budaya dan Gaya Hidup Wastra ASEAN
PT Pos Indonesia memanfaatkan kemitraan strategis ini untuk meremajakan citra merek (brand communication) korporasi di mata konsumen muda.
Kolaborasi lintas sektor ini menghidupkan kembali nilai warisan sejarah (heritage value) perusahaan pos tertua di tanah air menjadi daya pikat komersial yang segar. Sinergi ini sekaligus mendongkrak valuasi aset BUMN agar berkontribusi nyata pada perputaran ekonomi kreatif nasional.
“Kami sangat berterima kasih atas rencana Kementerian Kebudayaan untuk merevitalisasi Museum Prangko. Banyak sekali potensi yang bisa dikembangkan.
Baca Juga:Â Transformasi Batik Urban: Dari Simbol Budaya Jadi Peluang Investasi Fesyen
Insyaallah sinergi ini akan membuat aset tersebut lebih optimal dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Direktur Utama PT Pos Indonesia, M. Iskandar Kunaefi.
Kedua belah pihak merumuskan skema tata kelola terpadu untuk memaksimalkan gedung Museum Prangko seluas 2.000 meter persegi milik PT Pos di atas lahan Kementerian Sekretariat Negara.
Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (Indonesian Heritage Agency) bersama tim teknis PT Pos segera menuntaskan perjanjian kerja sama (PKS) komprehensif.
Pemerintah mendorong skema bisnis ke bisnis (B2B) yang adaptif dan tangkas guna memacu komersialisasi aset-aset pos lainnya di berbagai penjuru nusantara.
Mengintegrasikan Ruang Budaya Hidup ke Ekosistem Urban Modern
Baca Juga:Â Menteri Kebudayaan Dorong Digitalisasi Warisan Dokumenter Asia Pasifik




