Sementara itu, Project Director Maxdecal, Nofian Hendra, menjelaskan bahwa tren penggunaan stiker kendaraan (decal) saat ini telah bergeser dari sekadar modifikasi kendaraan menjadi medium ekspresi personal pemiliknya. Konsep festival ini berpijak pada filosofi tinta sebagai elemen pemersatu seluruh seni visual yang terlibat.
Baca Juga: Perluas Pasar Ekraf, Kemenekraf MoU dengan Kemendag dan BSSN
“Semua berawal dari tinta. Mencetak desain menggunakan tinta, tato menggunakan tinta, decal motor juga menggunakan tinta. Dari tinta, karya bisa dibawa ke mana saja dan menjangkau berbagai segmen kreatif. Karena itu kami ingin menghadirkan festival tato yang berbeda dengan menggabungkan banyak elemen kreatif dalam satu event,” ujar Nofian.
Guna memberikan dampak jangka panjang bagi para pelaku industri, Kemenekraf bersama Maxdecal juga tengah merancang program edukasi bersama mengenai pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Aktivasi edukasi ini menyasar pelaku subsektor desain komunikasi visual (DKV) serta seniman tato agar karya mereka mendapatkan perlindungan hukum sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi berbasis kekayaan intelektual nasional.






