Tekanan Global pada Rupiah
Meski isu Rupiah menyentuh Rp 20.000 dinyatakan hoaks, nilai tukar mata uang Garuda memang tengah menghadapi tekanan hebat. Pada perdagangan Kamis, 23 April 2024, Rupiah sempat terperosok ke level Rp 17.300 per dolar AS. Hingga Jumat pagi, posisi Rupiah masih tertahan di angka Rp 17.310, melemah 0,74 persen dari penutupan sebelumnya.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, mengonfirmasi bahwa pelemahan ini bukan merupakan fenomena tunggal di Indonesia, melainkan imbas dari ketidakpastian pasar keuangan global.
“Pergerakan rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan year-to-date sebesar 3,54 persen,” ujar Destry.
Bank Indonesia memastikan akan terus berada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap sinkron dengan fundamental ekonomi negara, sembari memastikan tekanan yang ada tetap terkendali dibandingkan mata uang regional lainnya.






