URBANCITY.CO.ID – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bereaksi keras menanggapi kabar burung yang viral di media sosial mengenai ketahanan fiskal negara. Isu yang menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia hanya mampu bertahan selama tiga bulan dipastikan sebagai informasi menyesatkan atau hoaks.
Kabar tersebut sebelumnya memicu kegaduhan di lini masa, terutama setelah akun TikTok @inves******* mengunggah narasi yang mengeklaim APBN kritis dan nilai tukar rupiah berpotensi anjlok hingga Rp 20.000 per dolar AS. Unggahan itu menyertakan foto Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk meyakinkan pembaca.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Deni Surjantono, menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi nasional tidak seperti yang digambarkan dalam unggahan tersebut.
“Itu hoaks,” ujarnya, Jumat, 24 April 2026.
Baca Juga : Perangi Mafia Tanah, Kementerian PKP Bentuk Kanal Khusus Percepatan Lahan
Deni menjamin bahwa pengelolaan kas negara saat ini dilakukan dengan prinsip kewaspadaan tinggi di tengah volatilitas global.
“APBN tetap dikelola secara prudent, fleksibel, dan responsif dalam merespons setiap dinamika, sehingga APBN tetap sehat,” jelas Deni.
Melalui akun resmi Instagram @ppid.kemenkeu, otoritas fiskal juga meminta publik untuk menyaring informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong yang mencatut nama pejabat negara.
“Berita yang beredar mengenai APBN RI hanya cukup untuk 3 bulan dan rupiah bisa menyentuh Rp 20.000 per dollar AS merupakan berita hoaks. Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Keuangan Purbaya,” tulis pernyataan resmi Kemenkeu.




