Di balik optimisme teknologi, Digital Partner dari Amana Solutions, Endiyan Rakhmanda, mengingatkan ada tiga batu sandungan besar dalam ekosistem digital saat ini yang wajib segera dicarikan obatnya.
Pertama, kaburnya batas kontribusi kreatif manusia dalam sebuah karya yang diproduksi dengan bantuan AI. Kedua, peliknya urusan transparansi dan pembuktian keaslian konten yang dihasilkan mesin.
Baca juga:Â Belum Beroperasi, Data Center Telkom di Batam Sudah Ludes Dipesan Raksasa AI
Tantangan ketiga yang tak kalah mengerikan adalah maraknya pencurian persona digital. Wajah dan karakteristik suara para kreator lokal kini sangat rentan dicatut dan digandakan oleh algoritma demi keuntungan komersial sepihak tanpa izin pemilik sah.
Direktur Teknologi Digital Baru, Dandy Yudha Feryawan, memungkasi bahwa seluruh kegelisahan pelaku industri dan tantangan teknis itulah yang dirangkum dalam FGD ini.
Melalui jaring masukan dari berbagai pemangku kepentingan, Kementerian Ekraf optimistis dapat melahirkan tata kelola AI yang tidak akan memasung inovasi, namun tetap perkasa dalam melindungi hak hidup para kreator lokal. (*)




