Baca Juga: BCA Syariah dan Bank Aladin Perkuat Likuiditas Lewat Kerja Sama Transaksi SiPA
Komitmen ini diperkuat dengan lonjakan tajam pembiayaan ke sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang tumbuh 53,5 persen YoY. Sementara itu, sektor UMKM tetap menjadi pilar penyokong dengan outstanding mencapai Rp146 triliun.
Meski ekspansif, BCA tetap menerapkan manajemen risiko yang disiplin. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) terjaga di level 1,8 persen dengan rasio pencadangan yang solid sebesar 174,6 persen.
Transformasi Digital dan Portal Bisnis
Dari sisi operasional, BCA terus memoles ekosistem digitalnya. Melalui aplikasi myBCA, nasabah kini dapat mengakses fitur “Layanan Cabang” untuk memesan valas (banknotes) hingga 15 mata uang asing. Inovasi teranyar juga menyasar pelaku usaha melalui peluncuran “Ocean by BCA”.
“Kami juga meluncurkan Ocean by BCA, sebuah portal bisnis digital terintegrasi untuk membantu pelaku usaha mengelola kebutuhan bisnis secara lebih mudah dan efisien,” kata Hendra.
Baca Juga: BCA Syariah Gandeng Masjid Istiqlal Perkuat Literasi Keuangan Syariah yang Inklusif
Ocean by BCA memungkinkan pelaku usaha mengakses dasbor bisnis terintegrasi, rekomendasi solusi dan akses langsung ke e-channel, serta help center dari satu platform.
Dengan porsi dana murah (CASA) yang mendominasi hingga 85,2 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK), BCA optimistis dapat menjaga likuiditas tetap tebal sekaligus melanjutkan ekspansi bisnis secara pruden di tengah dinamika ekonomi global yang fluktuatif. (*)






