Kemudian, pertukaran pengetahuan lintas negara, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam penanganan gagal jantung.
Ia menyatakan bahwa teknologi LVAD generasi terbaru memiliki ukuran lebih kecil dan ringan, serta berpotensi meluncur di masa mendatang.
Hal itu seiring dengan berkembangnya terapi regeneratif, termasuk terapi sel punca (stem cell).
Baca Juga: Mundur Dampingi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Hotman Paris Berobat ke Singapura
Bangun Ekosistem Layanan Jantung Berstandar Internasional
RSCM menilai pengembangan layanan LVAD tidak hanya memberikan manfaat bagi pasien.
Tetapi juga memperkuat kapasitas nasional di bidang bedah jantung dan layanan kardiovaskular lanjutan.
Harapannya, penguatan teknologi, peningkatan kompetensi tenaga medis, dan kolaborasi internasional mampu mengurangi warga Indonesia berobat ke luar negeri.
Sekaligus memperkuat kemandirian sistem kesehatan nasional. (*)




