<strong>URBANCITY.CO.ID</strong> — Kinerja cemerlang. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank BTN sukses mencatatkan perbaikan kualitas aset dan lonjakan laba pada semester I tahun 2026. Di tengah dinamika ekonomi global, perseroan membukukan laba bersih konsolidasi senilai Rp2,40 triliun. Angka laba bersih BTN tersebut meroket 40,8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan perolehan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,70 triliun. Sementara itu, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) berhasil ditekan dari 3,3 persen menjadi 2,99 persen. Kinerja cemerlang. Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu memaparkan bahwa capaian positif ini membuktikan strategi transformasi perusahaan telah berjalan sesuai target, selaras dengan arah kebijakan Danantara Indonesia. Bank pelat merah ini terus memperkuat kepemimpinan di sektor pembiayaan perumahan nasional sembari membangun ekosistem layanan keuangan terintegrasi. <strong>Baca juga: <a href="https://urbancity.co.id/20-ribu-pelari-padati-btn-jakarta-international-marathon-2026-kategori-5k-dan-10k/">20 Ribu Pelari Padati BTN Jakarta International Marathon 2026 Kategori 5K dan 10K</a></strong> Hal ini mendukung program prioritas pemerintah seperti Program 3 Juta Rumah, sekaligus memperluas akses layanan finansial bagi masyarakat luas. "Pencapaian ini merupakan hasil dari transformasi selama satu dekade yang secara konsisten kami lakukan. Kami optimistis hingga akhir tahun nanti, kinerja BTN tetap on track melanjutkan catatan positif di paruh pertama tahun ini," ujar Nixon di Jakarta, Kamis (16/7). <h5><strong>Ekspansi Kredit Perumahan dan Beyond Mortgage</strong></h5> Hingga paruh pertama 2026, Bank BTN menyalurkan total kredit dan pembiayaan konsolidasi sebesar Rp418,11 triliun, tumbuh 11,2 persen secara yoy.<!--nextpage--> Mesin utama pertumbuhan disokong oleh segmen kredit perumahan yang naik 4,8 persen menjadi Rp332,88 triliun.Kinerja cemerlang. Secara spesifik, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi mendominasi dengan kenaikan 8,1 persen yoy menjadi Rp196,96 triliun. Di sisi lain, kredit non-perumahan melonjak tajam 46,1 persen yoy menyentuh angka Rp85,22 triliun. <strong>Baca juga: <a href="https://urbancity.co.id/salip-singapura-45-ribu-pelari-dari-52-negara-siap-banjiri-btn-jakim-2026/">Salip Singapura, 45 Ribu Pelari dari 52 Negara Siap Banjiri BTN JAKIM 2026</a></strong> Ekspansi masif ini turut mendongkrak total aset perseroan tumbuh 12,4 persen menjadi Rp545,16 triliun. Nixon menjabarkan bahwa transformasi BTN bergerak bertahap dari posisi sebagai housing specialist menuju fase beyond mortgage. Tujuannya adalah menghadirkan ekosistem layanan keuangan yang terintegrasi bagi keluarga Indonesia. Langkah ekspansi ini juga didukung penguatan tata kelola, implementasi AI Governance, dan optimalisasi neraca perusahaan. <h5><strong>Optimalisasi Layanan Digital</strong></h5> Dari sisi pendanaan, himpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp433,00 triliun atau naik 6,6 persen yoy. Optimalisasi layanan digital melalui superapps Bale by BTN, yang penggunanya kini menembus 4,3 juta, berhasil menekan dan menjaga biaya dana (cost of fund) di level efisien 3,01 persen. <strong>Baca juga: <a href="https://urbancity.co.id/sokong-maung-mv3-bank-btn-kucurkan-kredit-rp15-triliun-ke-pt-pindad/">Sokong Maung MV3, Bank BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke PT Pindad</a></strong> "Kami tidak hanya mengejar pertumbuhan kredit, tetapi juga memastikan pertumbuhan tersebut didukung struktur pendanaan yang semakin kuat sehingga mampu menjaga profitabilitas dan keberlanjutan bisnis Perseroan dalam jangka panjang," ujar Nixon.<!--nextpage--> Indikator kualitas aset pun menunjukkan perbaikan signifikan. Selain penurunan NPL, indikator Loan at Risk (LAR) turun ke angka 18,6 persen. Kemudian, perseroan sukses menekan Cost of Credit (CoC) menjadi 0,7 persen dari posisi 2,0 persen di tahun sebelumnya. "Transformasi yang kami jalankan bukan hanya bertujuan memperbesar bisnis, tetapi membangun fondasi pertumbuhan yang sehat, efisien, dan berkelanjutan," ujar Nixon. Dengan kualitas aset yang semakin baik, struktur pendanaan yang semakin kuat, serta ekosistem digital yang terus berkembang, BTN optimistis mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. <strong>Baca juga: <a href="https://urbancity.co.id/sokong-maung-mv3-bank-btn-kucurkan-kredit-rp15-triliun-ke-pt-pindad/">Sokong Maung MV3, Bank BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke PT Pindad</a></strong> <h5><strong>Akuisisi Portofolio SMBC Indonesia</strong></h5> Sebagai wujud nyata strategi beyond mortgage dan upaya memperkuat pertumbuhan anorganik, Bank BTN telah merampungkan akuisisi tahap pertama portofolio kredit pensiun PT Bank SMBC Indonesia Tbk senilai Rp12,6 triliun. Langkah strategis ini mempertebal komposisi kredit non-perumahan perusahaan sekaligus menjadi sumber pertumbuhan baru dengan profitabilitas tinggi. Mengingat, akuisisi seluruh portofolio berstatus kualitas lancar (performing loan). "Strategi beyond mortgage tidak berarti meninggalkan bisnis inti pembiayaan perumahan, tetapi melengkapinya sehingga nasabah BTN bisa mengakses kredit dari masa produktif hingga masa pensiun. Langkah ini juga akan meningkatkan daya tahan bisnis BTN dalam jangka panjang," ujar Nixon. Bank BTN menjadwalkan kelanjutan akuisisi tahap kedua senilai Rp7,34 triliun pada kuartal III-2026.<!--nextpage--> Perseroan menargetkan porsi kredit non-perumahan dapat meningkat secara proporsional hingga mencapai rasio 30 persen dari total portofolio. Target itu akan dicapai dalam kurun waktu lima tahun ke depan demi postur bisnis yang tangguh dan seimbang. (*)