“Hari ini, kami melepas ekspor produk pinang ke Bangladesh dan Maladewa. Pembeli komoditas ini diperoleh melalui fasilitasi promosi dan business matching yang dilakukan Kemendag tahun lalu. Kami harap semakin banyak mahasiswa mengikuti jejak PT Export Tani Nusantara,” kata Mendag saat memecahkan kendi tanda pelepasan truk kontainer.
CEO PT Export Tani Nusantara, Al Fiqie, membeberkan bahwa perusahaannya sempat mencetak kontrak komitmen dagang senilai Rp33 miliar.
Ia merahihnya saat mengikuti pameran di Shanghai, Tiongkok, beberapa bulan lalu.
Baca juga: Bingung Cari Buyer Luar Negeri? Kemendag Siapkan Pendampingan Ekspor dan Desain bagi UMKM
Para pembeli asing di negeri tirai bambu tersebut berebut memesan komoditas biji kopi arabika, vanili, kakao, dan pinang kering.
Fiqie menegaskan, modal utama kesuksesan perusahaannya murni berasal dari pelatihan intensif dan pendampingan ekspor serta inkubator bisnis IPB University. (*)




