Ia menilai para pengusaha lokal sudah sanggup memenuhi kebutuhan pasar unggas nasional secara swadaya.
Demi keberlanjutan ekonomi, ia mendesak para pemodal besar untuk membidik sektor lain seperti industri gula atau hilirisasi tambang, dan tidak mengganggu mata pencaharian peternak rakyat kecil.
“Kita akan kirim ke BKPM, negatif list investasi itu untuk sektor budidaya ayam. Kalau bisa sudah rakyat Indonesia yang sanggup,” ucapnya.
Guna memastikan kepatuhan para spekulasi dan tengkulak di lapangan, Kementan menerbitkan surat edaran resmi dengan tembusan langsung ke Satgas Pangan Polri.
Baca juga: Viral Bantuan Beras Sumatra: Kementan Minta Maaf, Sudah 1.200 Ton Disalurkan
Aparat kepolisian akan langsung turun ke gudang-gudang agen untuk menindak tegas para pembeli yang nekat menawar telur di bawah standar keekonomian Rp26.500 per kilogram.
“Kami akan kirim surat, insyaallah hari ini, himbauan kepada seluruh peternak, tembusan Satgas Pangan, agar memantau HPP ini kita kawal bersama agar jangan merugikan peternak Indonesia,” kata Mentan menambahkan.
Mengurai Kemacetan Distribusi dari Blitar Menuju Daerah Terluar
Amran menjelaskan bahwa kejatuhan harga pada sektor ayam pedaging (broiler) murni terjadi akibat imbas masa libur transisi sekolah.
Mereka menunda penyerapan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis.
Otoritas optimistis pasar protein hewani ini akan segera pulih total dalam waktu singkat seiring aktifnya kembali dapur-dapur umum MBG di daerah.
“Jadi begini, MBG kebetulan ada libur transisi, nah ini yang menyebabkan sehingga dalam waktu singkat kita insyaallah pulih. Itu yang terpenting,” ujar Amran.


