Kolaborasi Budaya dan Teknologi
Chief Executive Officer Gambir Studio, Shafiq Husein, mengungkapkan bahwa kesuksesan KuloNiku tidak lepas dari dukungan pemerintah dalam membuka akses ke panggung internasional, salah satunya melalui partisipasi di Gamescom 2025.
Menurutnya, industri gim tidak bisa berdiri sendiri melainkan harus bersinggungan dengan elemen budaya lainnya.
“Kami tidak hanya membuat gim, tetapi juga membawa misi budaya. Ada kolaborasi antara kuliner, animasi, dan gim. Ini membuktikan bahwa ekonomi kreatif tidak bisa berdiri sendiri, tetapi harus tumbuh melalui kolaborasi,” jelas Shafiq.
Baca Juga: Menteri Ekraf Teuku Riefky: DXI 2026 Jadi Ruang Kolaborasi dan Inovasi Brand Lokal
Sejak berdiri pada 2016, Gambir Studio telah merilis lebih dari 12 judul gim dengan total unduhan menembus 20 juta kali.
Tren positif ini sejalan dengan pertumbuhan industri gim nasional yang mencatat rilis lebih dari 40 gim lokal dalam setahun terakhir.
Kementerian Ekraf berkomitmen menjadikan ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth dengan mendorong lahirnya studio-studio gim dari berbagai daerah agar mampu menembus pasar global.
Fokus utama ke depan adalah menjaga kualitas dan keberlanjutan produk agar gim Indonesia memiliki posisi tawar yang kuat di pasar internasional yang dinamis. (*)






