Baca juga:Â Tekan Kemiskinan Pesisir, Menteri Koperasi Resmikan SPBU Nelayan di Aceh Selatan
Selisih Harga tersebut memberikan margin keuntungan yang menarik bagi para nelayan.
Dengan rata-rata hasil tangkapan mencapai lima hingga tujuh kilogram sekali tarik jaring, nelayan mampu mengamankan pendapatan harian yang stabil.
Rerata pendapatan mereka berada pada kisaran angka Rp150 ribu hingga Rp200 ribu.
Struktur pendapatan ini memperlihatkan potensi ekonomi yang menjanjikan jika para nelayan mendapatkan dukungan teknologi atau alat tangkap yang lebih modern di masa mendatang.
Siklus musiman yang teratur, di mana udang mendominasi dari Mei hingga Agustus dan rajungan pada Januari hingga Maret.
Kndisi itu memberikan pola pendapatan yang terprediksi bagi para pelaku usaha bahari.
Baca juga:Â Prabowo Ratifikasi Konvensi ILO 188, Targetkan Bangun Ribuan Kampung Nelayan Mulai 2026
Kemampuan nelayan dalam beradaptasi dengan siklus alam ini menegaskan bahwa sektor perikanan tradisional adalah investasi yang berakar kuat pada ketahanan ekonomi desa.
Masa Depan Pesisir dan Peran Strategis Nelayan
Para nelayan di Desa Sedari umumnya melaut sekitar 20 hari dalam sebulan, menyisakan waktu yang cukup untuk pemeliharaan alat tangkap dan pemulihan stamina.
Pola kerja yang terukur ini menjamin keberlanjutan sumber daya laut agar tetap lestari untuk generasi mendatang.
Ini menjadi sebuah filosofi yang selaras dengan prinsip gaya hidup berkelanjutan modern.
Sektor ini terus menjadi tulang punggung ekonomi yang memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga di Kecamatan Cibuaya.




