Digitalisasi dapat meningkatkan produktivitas, memperluas akses terhadap pembiayaan, memperkuat ketahanan usaha, dan menciptakan peluang kerja yang lebih baik.
“Kemitraan ini menunjukkan bagaimana inovasi, kebijakan publik, dan kolaborasi multipihak dapat bekerja bersama untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif,” ujar Simrin Singh.
Baca juga: Diduga Tagih Nasabah Pakai Intimidasi, OJK Panggil Bos Pinjol Solusiku untuk Klarifikasi
Menyasar Kesejahteraan Keluarga Peternak di Pedesaan
Duta Besar Swiss untuk Indonesia, H.E. Olivier Zehnder, menegaskan bahwa pemerintahnya berkomitmen penuh mendukung penguatan ekonomi dari tingkat tapak.
Swiss meyakini bahwa peternak yang menguasai akses teknologi dan informasi finansial akan memiliki kapasitas lebih besar untuk melipatgandakan hasil produksi susu mereka.
Swiss percaya bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan harus dimulai dari penguatan pelaku usaha lokal.
Ketika peternak memiliki akses terhadap informasi, teknologi, dan layanan keuangan yang lebih baik, mereka memiliki kapasitas yang lebih besar untuk berinvestasi.
Selanjutnya, meningkatkan produktivitas, dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah.
“Kami bangga dapat mendukung kempartnership yang menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat,” tutur Olivier Zehnder.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, menempatkan industri sapi perah sebagai pilar strategis penjaga ketahanan pangan daerah.
Baca juga: Tiki Taka OJK Jaga Likuiditas Pasar Modal RI dari Gempuran Global

