Pengakuan nasional selama enam tahun berturut-turut ini membuktikan kualitas mutu festival Bali di mata dunia internasional.
“Saya mengapresiasi Pemerintah Provinsi Bali yang secara konsisten menyelenggarakan PKB,” kata Wamenpar.
Tahun ini merupakan penyelenggaraan PKB ke-48 dan untuk keenam kalinya masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara.
“Ini menunjukkan kuatnya komitmen Bali dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah,” imbuhnya.
Gubernur Bali I Wayan Koster membuka langsung PKB 2026 secara simbolis melalui pemukulan instrumen kulkul di hadapan publik.
Panitia mengusung tema mendalam “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha” yang bermakna memuliakan jiwa manusia yang paripurna.
Baca juga: Wamenpar Ni Luh Puspa: IPOS X Jadi Momentum Perkuat Daya Saing Industri Event Dunia
Narasi filosofis tersebut menjadi landasan utama bagi pergelaran seluruh karya seni sakral maupun modern.
Pawai budaya atau Peed Aya mengawali rangkaian acara pembukaan dengan menampilkan potensi seni dari sembilan kabupaten dan kota se-Bali.
Ribuan pasang mata menyaksikan parade kostum megah, musik tradisional, serta visualisasi kekayaan alam lokal yang memukau sepanjang jalan utama.
Atraksi kolosal ini mengundang decak kagum luar biasa dari para pengamat seni internasional.
Pejabat negara dan ribuan penonton juga memadati panggung terbuka Ardha Chandra Art Centre untuk menikmati pagelaran seni malam hari.
Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas keterlibatan aktif generasi muda dalam melestarikan budaya warisan leluhur.



