URBANCITY.CO.ID – Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk memproyeksikan pangsa kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) mencapai 31,7 persen dari total penjualan mobil secara grosir pada 2026.
Kepala Ekonom Bank Danamon Irman Faiz mengatakan penjualan NEV dari pabrik ke diler (wholesales) diperkirakan mencapai sekitar 261.248 unit pada tahun ini dan menjadi penggerak utama pertumbuhan industri otomotif pada semester II 2026.
“Adopsi NEV diperkirakan menjadi pendorong utama pertumbuhan penjualan grosir pada semester II 2026,” kata Irman berdasarkan kajian Indonesia Market Color yang diterima di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, peningkatan penggunaan NEV didukung biaya operasional yang lebih rendah, pilihan model yang semakin beragam, serta dorongan konsumen untuk mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan berbahan bakar konvensional.
Baca Juga: Gelegar PLN Mobile 2026 Dibuka, Berhadiah Mobil Listrik hingga Voucher Belanja
“Harga bahan bakar yang relatif tinggi turut membuat konsumen mempertimbangkan kendaraan dengan biaya penggunaan harian yang lebih rendah, terutama untuk mobilitas perkotaan,” ujarnya.
Bagi masyarakat urban, kondisi tersebut menjadikan kendaraan listrik bukan sekadar alat transportasi, melainkan aset mobilitas yang mampu mengurangi pengeluaran harian. Efisiensi biaya operasional menjadi nilai tambah yang semakin relevan di tengah dinamika ekonomi perkotaan.
Pilihan Model Makin Banyak, Pasar Makin Kompetitif
Momentum pertumbuhan NEV semakin kuat seiring derasnya peluncuran model baru. Ekonom Bank Danamon mencatat terdapat 26 model kendaraan roda empat baru yang diluncurkan sepanjang Juli 2026 sehingga total peluncuran selama Januari–Juli mencapai 50 model.




