Sebanyak 78 persen model yang diperkenalkan pada Juli merupakan kendaraan energi baru. Sementara itu, kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) menyumbang 52 persen dari total model yang diluncurkan.
Mayoritas BEV hadir pada kisaran harga Rp300 juta hingga Rp500 juta, segmen yang menyasar konsumen kelas menengah perkotaan. Persaingan yang semakin ketat di kelas ini memberi keuntungan bagi konsumen melalui pilihan produk yang lebih banyak, teknologi yang semakin canggih, serta harga yang semakin kompetitif.
Baca Juga: Garap Mobil Listrik Nasional, Kemenperin Pacu Ekosistem Kendaraan Listrik RI
Selain BEV, produsen otomotif juga menghadirkan kendaraan hibrida plug-in (PHEV) dan kendaraan listrik dengan teknologi range extender electric vehicle (REEV). Kehadiran dua teknologi tersebut memberikan alternatif bagi konsumen yang masih mempertimbangkan fleksibilitas perjalanan jarak jauh.
“Diperkirakan pertumbuhan BEV akan lebih kuat di wilayah Jakarta dan sekitarnya karena dukungan infrastruktur pengisian daya dan kebijakan yang lebih berkembang,” tutur dia.
Irman menambahkan, PHEV dan REEV diperkirakan akan semakin diminati masyarakat perkotaan di luar Jakarta karena menawarkan kenyamanan untuk mobilitas harian sekaligus perjalanan antarkota.
Insentif dan Infrastruktur Jadi Penentu Pertumbuhan Berkelanjutan
Data registrasi kendaraan yang diolah Ekonom Bank Danamon menunjukkan pendaftaran mobil baru pada Juli 2026 mencapai 76.412 unit, atau tumbuh 9,8 persen secara tahunan. Sementara itu, registrasi sepeda motor mencapai 571.544 unit, meningkat 5,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.




