URBANCITY.CO.ID – Dunia motorsport kini menjelma menjadi lokomotif gaya hidup bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat urban.
Dari arena lumpur dan tantangan ekstrem, duo offroader Gusti Dzakwan Daffa bersama navigator Eko Trisdianto sukses membuktikan potensi besar tersebut.
Keduanya mengibarkan bendera Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, dengan menyabet podium pada Kejurnas Off-Road IMI Putaran keempat di Tegal, Jawa Tengah.
Ajang bergengsi di kawasan Telaga Cacaban pada 12-13 September 2026 ini menghadirkan persaingan sengit para atlet lintas daerah.
Baca Juga:Â Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Pengusaha: Prestasi Tertinggi Sejak Era 2013
Daffa langsung mengunci posisi ketiga di Kelas Usia 23 Tahun sekaligus mengantarkan nama Kobar ke panggung kehormatan nasional.
Tak berhenti di sana, duet andalan klub KOBAR 4×4 ini menuntaskan persaingan di posisi kelima Kelas Under/G-2, menyamai rekor konsisten mereka pada putaran ketiga sebelumnya.
Dongkrak Brand Image Daerah dan Peluang Komersial
Keberhasilan di lintasan nasional langsung melipatgandakan brand value daerah di mata pegiat hobi dan pelaku industri otomotif.
Baca Juga:Â Menkeu Ungkap Tiga Prestasi Pemerintah dalam APBN 2023
Ketua IOF Pengcab Kotawaringin Barat, Teguh Hendrawan, melihat pencapaian ini sebagai katalis penting bagi pembinaan talenta daerah agar kian kompetitif.
“Alhamdulillah, mereka bisa berprestasi di tingkat nasional. Tentunya ini menjadi kebanggaan karena membawa nama baik Kotawaringin Barat,” ujar Teguh, Senin (14/9/2026).
Menakar Nilai Investasi Kendaraan dan Konsistensi Atlet
Olahraga off-road modern menuntut perpaduan sempurna antara stamina prima pengemudi dan modifikasi kendaraan bernilai investasi tinggi.
Baca Juga:Â Ganda Putra Menang, BNI Apresiasi Prestasi Atlet Bulutangkis Indonesia
Pendiri Klub KOBAR 4×4, Sanov Mus, menekankan bahwa persiapan matang serta manajemen armada menjadi kunci utama dalam meraup hasil optimal di sirkuit ekstrem.
“Selain kemampuan pembalap dan navigator, performa kendaraan juga menjadi salah satu faktor pendukung. Dengan usia Daffa yang masih muda, Sanov menilai peluang untuk berkembang dan meraih prestasi lebih tinggi masih terbuka lebar,” ujarnya.
Sanov memasang target realistis agar duet Daffa-Eko mengamankan posisi lima besar nasional hingga akhir musim kompetisi 2026.
“Yang penting tetap konsisten latihan, baik latihan fisik maupun latihan di sirkuit off-road,” kata Sanov.
Baca Juga:Â Dirut BNI Siap Lanjutkan Prestasi Positif di 2024
Eksplorasi Minat Generasi Muda dan Gaya Hidup Urban
Bagi Daffa, lintasan balap menawarkan panggung strategis untuk mempromosikan daerah asalnya ke tingkat nasional.
Mahasiswa Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Negeri Semarang ini menyalurkan hobi masa kecil menjadi portofolio prestasi yang menginspirasi generasi muda urban.
Sang ayah, Gusti Muhammad Ali Syahbana, mengakui kegemaran Daffa mengutak-atik mesin sejak dini kini membuahkan hasil nyata di panggung bergengsi.
Baca Juga:Â Dukung PBSI, BNI Konsisten Kawal Prestasi Bulu Tangkis Indonesia di Panggung Dunia
“Kini, ketertarikan tersebut berkembang menjadi prestasi di lintasan nasional. Podium di Tegal menjadi modal penting bagi Daffa-Eko untuk mengejar target lebih besar bersama KOBAR 4×4, yakni menembus lima besar nasional pada akhir musim 2026,” kata Gusti.




