Baca juga:Â Sokong Target Ekonomi 8 Persen, Jusuf Kalla Siap Pasok Energi Hijau ke Kabinet Prabowo
Sementara itu, Presiden Steinmeier mengakui tantangan geopolitik global saat ini berjalan sangat kompleks dan penuh guncangan kekerasan.
Ia menyebut kemitraan bilateral antara Jerman dan Indonesia kini menjadi jauh lebih relevan dari sebelumnya.
Situasi dunia yang tidak menentu justru memicu kedua negara untuk saling mendekat.
“Saya kembali berkunjung ke sini karena dalam situasi ketika dunia terguncang oleh kekerasan di banyak kawasan. Kemitraan Jerman dan Indonesia menjadi sangat berarti,” ujar Steinmeier.
Kedua pemimpin juga menyoroti perang di Eropa, konflik Timur Tengah, hingga krisis kemanusiaan global yang belum menemui titik temu.
Indonesia-Jerman Punya Kesamaan Visi
Jerman dan Indonesia memiliki kesamaan visi dalam menjunjung tinggi hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Baca juga:Â Prabowo Targetkan Penyediaan Obat Generik Murah dan Janji Babat Korupsi Kesehatan
Pemahaman bersama ini mendasari setiap aksi nyata kedua negara di panggung dunia.
Pertemuan tingkat tinggi tersebut turut membahas dinamika keamanan regional di kawasan Indo-Pasifik yang menyedot perhatian global.
Presiden Steinmeier menegaskan bahwa negaranya memandang ASEAN sebagai pilar utama pembangun stabilitas kawasan.
Pihak Jerman juga menempatkan Indonesia sebagai motor penggerak perdamaian di Asia Tenggara.
“Indonesia merupakan faktor stabilitas penting di dalam kawasan ASEAN. Dan kami melihat Indonesia tidak hanya yakin akan peran itu, tetapi juga terus mengembangkan peran penting tersebut,” ujar Steinmeier.




