Sementara itu, Sunward dan SDLG menyasar ceruk pasar yang berbeda, mulai dari konstruksi hingga perkebunan dan pertambangan.
Kondisi tersebut membuat persaingan tidak lagi hanya ditentukan oleh harga pembelian unit. Konsumen kini semakin mempertimbangkan konsumsi bahan bakar, produktivitas, durabilitas, ketersediaan suku cadang, kualitas mekanik serta dukungan pembiayaan.
Tidak Tepat Menyebut Ranking Penjualan Tanpa Data Resmi
Jika disusun berdasarkan kekuatan dan aktivitas pasar, SANY, XCMG dan Zoomlion dapat ditempatkan sebagai tiga merek China yang paling menonjol dalam persaingan excavator Indonesia.
Namun, urutan tersebut tidak sama dengan ranking penjualan resmi.
Data publik yang tersedia belum memungkinkan untuk menyatakan, misalnya, SANY menjual sekian unit, XCMG sekian unit dan Zoomlion sekian unit sepanjang Januari-Agustus 2026.
Karena itu, istilah yang lebih aman untuk publikasi adalah “merek excavator China yang paling kuat di pasar Indonesia”, bukan “merek excavator China terlaris 2026”.
Pasar Indonesia Tetap Menjadi Target Penting
Indonesia memiliki daya tarik besar bagi produsen alat berat China karena kebutuhan alat berat terus datang dari pertambangan, konstruksi, perkebunan, kehutanan dan pembangunan infrastruktur.
Data perdagangan menunjukkan nilai ekspor excavator China ke Indonesia pada 2024 mencapai sekitar US$880 juta, naik sekitar 30 persen dibandingkan 2023. Angka tersebut memperlihatkan besarnya permintaan Indonesia terhadap produk excavator asal China.
Tren tersebut menjadi modal penting bagi produsen China untuk memperbesar penetrasi pasar pada 2026.




