Baca Juga: Dukung Net Zero Emission, Pertamina Patra Niaga Tanam 22 Ribu Pohon di Sekitar Kilang
Roberth menegaskan bahwa sistem ini akan segera diadopsi di seluruh kilang Pertamina Patra Niaga.
Selain RUVision, perusahaan juga mengoperasikan Predictive & Prescriptive Maintenance System (PPMS). Sistem berbasis AI ini berfungsi sebagai alarm dini untuk mendeteksi anomali pada peralatan kritikal sebelum terjadi kerusakan fatal.
Integrasi Big Data dan ‘Otak Digital’
Seluruh inovasi tersebut, menurut Roberth, terhubung ke dalam ekosistem Big Data dan Digital Twin.
Data visual dan sensor diolah untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan akurat. Semua aliran informasi ini bermuara pada Pertamina Digital Hub (PDH).
“Semua inovasi tersebut terintegrasi dengan Pertamina Digital Hub (PDH) yang merupakan pusat kendali dan monitoring digital terintegrasi, yang berfungsi sebagai ‘otak digital’ untuk mengawasi seluruh aktivitas bisnis Pertamina dari hulu hingga hilir secara real-time,” ungkap Roberth.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Dukung Kebijakan Pemerintah Melalui Pertamax Green 95
Menuju Kemandirian Energi
Digitalisasi ini terbukti menekan biaya produksi karena pemeliharaan komponen dilakukan tepat waktu.
Namun, Roberth mengingatkan bahwa aspek manajerial, terutama penguatan SDM dan standar Health, Safety, Security, Environment (HSSE), tetap menjadi prioritas utama.
Langkah penguatan kilang ini juga sejalan dengan misi Asta Cita Presiden untuk mencapai kemandirian energi.
Pertamina pun mengimbau masyarakat untuk turut mendukung kedaulatan energi dengan cara menghemat penggunaan bahan bakar dan memastikan distribusi energi tepat sasaran.






