URBANCITY.CO.ID – Raksasa kuliner dunia, Pizza Hut, resmi berpindah tangan. Yum Brands melepas bisnis global restoran tersebut senilai US$2,7 miliar atau sekitar Rp48,19 triliun (asumsi kurs Rp17.857 per dolar AS).
Yum Brands menjual bisnis global Pizza Hut kepada perusahaan investasi LongRange Capital senilai US1,5 miliar atau Rp26,77triliun.
Secara terpisah, operasional PizzaHut di China diserap oleh Yum China dengan nilai transaksi sebesarUS1,2 miliar atau setara Rp21,42 triliun.
Manajemen Yum Brands menegaskan keputusan ini diambil setelah dewan direksi melakukan kajian strategis mendalam.
“Perusahaan menilai struktur kepemilikan baru akan memberikan ruang yang lebih sesuai bagi Pizza Hut untuk berkembang di pasar yang semakin kompetitif,” tulis Yum dalam keterangan resminya.
Baca Juga :Â Raker DPR: Mendag Budi Santoso Batasi Impor dan Perketat Aturan Makanan Ber-SNI
Tekanan Persaingan Ketat
Langkah korporasi ini mengakhiri hubungan panjang Pizza Hut dengan Yum Brands yang telah terjalin selama puluhan tahun bersama KFC dan Taco Bell.
Penjualan ini menjadi titik kulminasi atas tantangan bisnis yang menghantui Pizza Hut selama bertahun-tahun.
Di pasar Amerika Serikat, Pizza Hut kesulitan mengimbangi pergeseran perilaku konsumen.
Dominasi mereka tergerus oleh ekspansi Domino’s Pizza serta masifnya platform pengantaran makanan seperti DoorDash.
Riwayat Perjalanan Brand
Pizza Hut lahir dari tangan dua bersaudara, Dan dan Frank Carney, di Wichita, Kansas, pada 1958.
Mereka sukses melakukan ekspansi cepat melalui konsep waralaba setahun berselang. Pizza Hut sempat memegang takhta sebagai jaringan pizza terbesar di dunia selama puluhan tahun sebelum akhirnya digeser Domino’s Pizza pada 2017.
Hingga akhir 2025, Pizza Hut mengoperasikan hampir 20 ribu gerai di 108 negara. Amerika Serikat menyumbang 40 persen dari total penjualan, sementara China memberikan kontribusi sebesar 20 persen.




