Klarifikasi Yusril Ihza Mahendra
Tiga penyusun yakni Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush’ab Muqoddas menghimpun naskah buku bunga rampai tersebut. Sampul depan buku menampilkan nama deretan tokoh nasional. Ketua MPR RI Ahmad Muzani menulis prolog, sementara ulama Asep Saifuddin Chalim menyumbang bagian epilog. Tim perumus turut mencantumkan nama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti serta Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra.
Warganet mulai mempersoalkan judul dan deretan narasumber ketika foto sampul buku viral di jagat maya. Merespons kegaduhan itu, Yusril Ihza Mahendra memberikan klarifikasi atas tulisan halaman dua yang memakai tajuk Peduli Kepada Rakyat dan Keadilan.
“Saya tidak menulis buku itu. Saya hanya diwawancarai oleh tim penyusunnya. Setelah wawancara selesai, saya tidak pernah melihat transkrip maupun naskah hasil wawancara sampai buku tersebut diterbitkan,” kata Yusril dalam keterangan tertulis kepada wartawan di Jakarta, Senin (7/9).
Yusril menyatakan kepuasan personal saat membaca naskah artikel tersebut secara utuh.
“Saya baru membaca buku itu secara utuh sampai selesai. Apa yang saya sampaikan dalam wawancara tersebut merupakan pandangan saya dan tentu dapat saya pertanggungjawabkan secara akademik,” katanya.
Yusril kembali menegaskan bahwa ia tidak mendanai ataupun memprakarsai proyek penerbitan tersebut.
“Posisi saya dalam buku itu jelas sebagai orang yang diwawancarai. Saya bukan sponsor dan bukan pula orang yang menginisiasi penerbitannya,” tegasnya.
Yusril juga mengaku tidak pernah memberi masukan perihal pemilihan judul buku yang memicu perdebatan itu.
“Kalau saya ditanya mengenai judulnya, saya tidak tahu karena memang tidak pernah diajak membicarakannya. Kalau judulnya misalnya ‘Prabowo dan Islam’, menurut saya akan lebih mudah dipahami sebagai pembahasan mengenai hubungan Prabowo dengan Islam,” ujar Yusril.




