Oleh karena itu, Indonesia membutuhkan mitra kuat seperti Jerman untuk memperlancar penetrasi produk lokal ke pasar global.
“Kami butuh kemitraan yang baik dengan Jerman dan dengan Eropa. Kunjungan Presiden Jerman kali ini adalah tanda bahwa hubungan itu sangat penting,” imbuhnya.
Daya Tarik Investasi Indonesia Kuat
Presiden Steinmeier mengakui Indonesia memiliki daya tarik investasi yang sangat kuat di mata para pelaku usaha global.
Kehadiran perusahaan multinasional raksasa seperti Siemens dan Daimler membuktikan komitmen panjang Jerman di tanah air.
Skuad korporasi tersebut terus memperluas jaringan bisnis mereka di berbagai wilayah Nusantara.
Baca juga: Sokong Target Ekonomi 8 Persen, Jusuf Kalla Siap Pasok Energi Hijau ke Kabinet Prabowo
Pemerintah Jerman siap mengawal percepatan ratifikasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA).
Regulasi internasional ini bakal mempermudah perusahaan skala kecil dan menengah asal Jerman untuk menanam modal di Indonesia.
Kerja sama ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan kerja sama yang lebih erat antara perusahaan Jerman dan Indonesia di bidang inovasi.
“Yang mulia Bapak Presiden, saya rasa itu menguntungkan bagi kedua belah pihak, bagi kedua negara,” jelas dia. (*)




