Baca juga:Â Jadi Tersangka KPK, Presiden Prabowo Resmi Copot Wamen Imipas Silmy Karim
Selain itu, hadir pula Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Kemudia Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Hadir pula Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sementara itu, delegasi Jerman dipimpin oleh Minister of State Florian Hahn, Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste, serta Head of the Presidential Foreign Policy Department Wolfgang Silbermann.
Mengulas Sektor Energi Bersih hingga Investasi Masa Depan
Kedua kepala negara melanjutkan agenda dengan pertemuan empat mata (tête-à -tête) guna mengulas isu-isu strategis berskala global maupun domestik.
Baca juga:Â Presiden Prabowo: Jangan Takut Perlawanan Koruptor Demi Transformasi
Pertemuan tersebut kemudian melebar ke arah diskusi antardelegasi yang membahas detail teknis kemitraan ekonomi masa depan.
Indonesia dan Jerman sepakat mengeksplorasi potensi kerja sama yang lebih luas, terutama pada sektor perdagangan, pengembangan energi bersih, dan hilirisasi investasi.
Kunjungan Presiden Steinmeier ini mempertegas peran penting Indonesia dan Jerman dalam menjaga stabilitas serta kemajuan ekonomi di kawasan masing-masing.
Kedua pihak memandang kemitraan inklusif sebagai fondasi utama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Indonesia berharap kolaborasi ini menghasilkan manfaat nyata bagi rakyat kedua negara sekaligus menjadi katalisator penguatan stabilitas global. (*)




