Baca Juga: Perangi Fast Fashion, Kementerian Ekraf dan Mahasiswa Gaungkan Fesyen Berkelanjutan
“Perpaduan kreativitas Indonesia dengan preferensi pasar Jepang akan menjadi keunggulan tersendiri dalam pengembangan produk fesyen yang kompetitif,” tutur John.
Strategi “Storytelling” di Jantung Kota Kobe
Kepala ITPC Osaka, Didit Akhdiat Suryo, menyebutkan bahwa penetrasi ke pasar Negeri Sakura dilakukan dengan pendekatan yang menekankan storytelling dan koneksi emosional.
Salah satu strategi masif yang dilakukan adalah peragaan busana di kawasan Sannomiya Central Street pada Minggu, 19 April 2026.
Sebanyak 39 model Jepang membawakan 230 koleksi produk Indonesia di hadapan sekitar 100 ribu pengunjung. CEO PT Dan Liris, Michelle Tjokrosaputro, menilai ajang ini sebagai pintu masuk krusial bagi ekspansi perusahaannya.
Baca Juga: Menperin: Ekspor Fesyen Muslim Indonesia ke Negara OIC Tembus USD 990 Juta, Melejit 83 Persen
“Melalui kolaborasi dengan mitra lokal, kami dapat lebih memahami kebutuhan pasar sekaligus memastikan produk yang kami tawarkan sesuai dengan standar dan preferensi konsumen Jepang,” kata Michelle.
Jepang: Pasar Utama Tekstil Indonesia
Jepang merupakan mitra dagang vital bagi Indonesia. Pada 2025, total perdagangan kedua negara menembus USD 32,08 miliar.
Sektor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) menempatkan Jepang sebagai tujuan ekspor terbesar kedua dengan nilai USD 1,02 miliar.
Tren positif ini terus berlanjut. Data Januari–Februari 2026 menunjukkan ekspor TPT ke Jepang telah mencapai USD 180 juta, atau tumbuh 3,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.






