Fasilitas tersebut memiliki tiga tangki timbun berkapasitas total 10.000 metrik ton.
Selain itu, dermaga sepanjang 120 meter yang mampu melayani kapal tanker dengan beban muatan hingga 5.000 metrik ton.
Baca juga: Lewat BRONDOLAN, PTPN IV PalmCo Kikir Ego Sektoral demi Dongkrak Produksi CPO
Setiap bulannya, fasilitas ini mendistribusikan rata-rata 4.000 hingga 5.000 metrik ton minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO).
Corporate Secretary and Legal PTPN IV Regional III, Hotmatua, mengungkapkan, penguatan hubungan dengan regulator merupakan bagian dari transformasi tata kelola logistik perusahaan.
Menurutnya, integrasi sistem logistik yang aman dan berkelanjutan menjadi penentu utama daya saing produk sawit Indonesia di pasar global.
“Kelancaran distribusi merupakan salah satu faktor yang menentukan daya saing,” kata Hotmatua.
Kolaborasi antara regulator, operator pelabuhan, pelaku jasa logistik, dan dunia usaha harus terus diperkuat agar tercipta ekosistem sehat dan saling mendukung.
Membangun Ekosistem Pelabuhan yang Responsif dan Aman
Kepala KSOP Kelas II Pekanbaru, Sadeli, menekankan bahwa forum komunikasi ini berfungsi sebagai ruang bedah isu strategis untuk mempercepat pengambilan keputusan operasional.
Baca juga: Atasi Banjir Dayun, PTPN IV PalmCo Kucurkan Rp200 Juta Normalisasi Kanal Siak
Pihaknya mewajibkan seluruh pelaku usaha tetap memprioritaskan aspek keselamatan, keamanan, dan kepatuhan regulasi di tengah tuntutan percepatan layanan kepelabuhanan.
Sadeli meyakini bahwa solusi komprehensif atas tantangan operasional di lapangan hanya dapat lahir melalui diskusi intensif antarpemangku kepentingan.




