Baca juga:Â Akselerasi Digital Sektor Manufaktur, Kemenperin Pacu Industri 4.0 di Dua Perusahaan
“Belanja pemerintah akan memberikan efek berganda terhadap meningkatnya permintaan dan produksi produk manufaktur nasional,” ujarnya.
Pemerintah akan merealisasikan belanja tersebut melalui berbagai program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih.
Kemudian, implementasi mandatori biodiesel B50, hingga Program Kampung Nelayan, hari libur nasional.
Selain itu, pemenuhan kebutuhan murid memasuki tahun ajaran baru 2026/2027.
Sinergi antara kuatnya permintaan pasar domestik dan perkembangan positif ekspor nonmigas menjadi fondasi utama bagi industri manufaktur Indonesia untuk terus tumbuh.
Kementerian Perindustrian secara konsisten memantau faktor risiko seperti kenaikan suku bunga dan potensi fenomena El Nino guna memastikan stabilitas operasional industri tetap terjaga.
Melalui hilirisasi berkelanjutan dan penguatan akses pasar, sektor manufaktur siap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan kompetitif di pasar global. (*)




