Jenama legendaris ini merintis bisnis kuliner Padang sejak tahun 1972 dan kini sukses mengoperasikan sekitar 200 cabang di tanah air.
Manajemen GMV selaku pemegang lisensi resmi tengah menyiapkan ekspansi internasional berikutnya ke kota Melbourne, Australia.
Langkah berantai tersebut membuktikan keseriusan pengusaha lokal dalam menggarap potensi pasar global secara masif.
Peluang Baru Pegiat Ekonomi Kreatif
Menteri Ekraf menilai ekspansi Restoran Sederhana ke pasar internasional tidak hanya memperkuat posisi kuliner Indonesia di tingkat global.
Baca juga: Puji Java Jazz 2026, Menteri Ekraf Sebut Musik Gerakkan Multi-Sektor Ekonomi
Tetapi juga membuka peluang bagi produk dan pegiat ekonomi kreatif lainnya untuk memasuki rantai pasok sekaligus pasar ekspor dunia.
“Kami ingin melihat semakin banyak jenama Indonesia mendunia,” harap Menteri Ekraf.
Restoran Sederhana, sambung dia, menunjukkan bahwa pegiat ekonomi kreatif Indonesia mampu memperluas pasar global.
“Hal ini juga menjadi contoh bagaimana kekayaan intelektual lokal dapat tumbuh menjadi juara di tingkat internasional,” imbuhnya.
Sektor ekonomi kreatif saat ini menyumbang angka jumbo sekitar Rp1.600 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Industri kuliner bahkan menjadi motor penggerak utama dalam mendulang realisasi investasi senilai puluhan triliun rupiah setiap tahun.
Baca juga: Sasar Pasar Global, Menteri Ekraf Teuku Riefky Pacu Digitalisasi Industri Jamu
Oleh karena itu, pemerintah terus memprioritaskan program pembinaan bagi para pelaku usaha makanan bermerek lokal.




