“IBC secara langsung menjawab tantangan tersebut dengan menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri yang sesungguhnya. Kurikulum ini memastikan lulusan tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga benar-benar siap kerja,” ungkap Daniel.
Hingga pertengahan Mei 2026, kerja sama bilateral ini telah berhasil merumuskan sedikitnya 79 bagan Job Occupational Analysis (JoA) lintas sektor kementerian, dan jumlah tersebut diproyeksikan akan terus bertambah seiring meluasnya adopsi aplikasi IBC di berbagai wilayah Indonesia. (*)





