Manajemen berjanji bakal memberikan perlindungan hukum dan kerahasiaan identitas yang mutlak bagi para pelapor (whistleblower).
Hal ini dilakukan untuk menggaransi agar setiap aduan atau indikasi pelanggaran yang masuk bisa langsung ditindaklanjuti melalui audit investigasi secara objektif oleh tim independen.
Menyeret Rapor Anti-Fraud ke Meja Direksi
Siasat pencegahan fraud ini tidak hanya menyasar level staf terdepan. Pertamina Drilling melakukan langkah progresif dengan mengintegrasikan keberhasilan program anti-kecurangan ke dalam indikator kinerja utama atau Key Performance Indicator (KPI) jajaran Direksi.
Baca juga:Â Pasang AI di Rig Pengeboran, Pertamina Drilling Pangkas Risiko Kecelakaan Kerja
Dengan skema ini, rapor bersih dari fraud menjadi penentu profesionalisme dan bonus kerja level pimpinan tertinggi perusahaan.
Gerilya internal juga masif digulirkan melalui sosialisasi berkala, pembentukan agen khusus anti-fraud di tiap divisi, serta pelaksanaan penilaian risiko (risk assessment) fraud di berbagai lini organisasi.
Manajemen menegaskan tidak akan segan-segan menjatuhkan sanksi pemecatan hingga pelimpahan berkas pidana ke aparat penegak hukum bagi siapa saja yang nekat bermain api.
Melalui penataan budaya kerja yang berintegritas dan sistem pengawasan digital yang berkelanjutan, Pertamina Drilling optimistis dapat menekan risiko kebocoran anggaran seminimal mungkin.
Skenario bersih-bersih ini diharapkan mampu mendongkrak daya saing korporasi di panggung industri energi nasional. (*)



