Baca juga: Pertamina Drilling dan Halliburton Kerja Sama, Bidik Proyek Energi Timur Tengah
“Komitmen anti fraud bukan hanya sebatas kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjadi bagian dari budaya kerja yang harus dijalankan oleh seluruh insan Pertamina Drilling. Kami ingin memastikan setiap proses bisnis berjalan secara transparan, profesional, dan berintegritas,” ujar Avep dalam sambutannya.
Memasang Pagar ISO 37001 dan Sistem Pelaporan Rahasia
Manajemen meyakini, penguatan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) dan pematuhan etika bisnis secara ketat adalah kunci utama untuk menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan (stakeholders).
Atas dasar itu, Pertamina Drilling mengumumkan pemberlakuan kebijakan toleransi nol (zero tolerance) terhadap segala bentuk fraud maupun kongkalikong koruptif, baik yang diotaki oleh oknum internal maupun tekanan dari pihak eksternal.
“Melalui sinergi pengawasan, edukasi, dan sistem pencegahan yang kuat, kami optimistis dapat menciptakan lingkungan kerja yang bersih serta mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” kata Avep menambahkan.
Baca juga: Genjot Efisiensi Hulu Migas, Pertamina Drilling Integrasikan Teknologi Pengeboran Digital
Untuk mengoperasionalkannya di lapangan, perusahaan menyuntikkan sejumlah inisiatif strategis. Selain mengandalkan penguatan operasional yang aman berbasis HSSE Excellent, Pertamina Drilling resmi mengadopsi secara ketat Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001.
Sistem monitoring juga diperkuat lewat optimalisasi Whistle Blowing System (WBS) yang dijamin transparan.



