Baca Juga: Siasat ‘Tuker Guling’ Gas PHR-Pertamina EP Amankan Blok Rokan 30 BBTUD
“Melalui kemitraan dengan ERIA, Pertamina akan memperoleh dukungan berupa kajian kebijakan berbasis riset, analisis ekonomi energi yang komprehensif, serta penguatan kapasitas institusional yang selaras dengan pengembangan portofolio bisnis dan strategi jangka panjang Perusahaan,” tambahnya.
Borong Proyek Raksasa Penangkapan Karbon dengan Exxon
Emma berharap keterlibatan lembaga pemikir global ini dapat mendongkrak daya saing Pertamina di tengah sengitnya dinamika dekarbonisasi global.
“Dengan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk di dalamnya lembaga pemikir level internasional akan meningkatkan kapasitas para pihak,” pungkas Emma.
Sinergi hijau Pertamina di panggung IPA Convex 2026 tidak berhenti sampai di situ. Pada hari yang sama, Pertamina Grup bersama mitra lintas sektor memborong sejumlah kesepakatan besar terkait infrastruktur penangkapan dan penyimpanan karbon (Carbon Capture and Storage/CCS).
Baca Juga:Â Kejar Setoran 1 Juta Barel, Pertamina Contek Siasat Jepang Amankan Pasokan Gas
Di antaranya adalah penandatanganan Joint Study Agreement (JSA) CCS Amonia yang melibatkan induk Pertamina, PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Perusahaan Gas Negara (PGN), dan PT Pupuk Indonesia.
Selain itu, PHE juga meresmikan kesepakatan Heads of Agreement (HoA) untuk proyek raksasa CCS Asri Basin bersama korporasi migas asal Amerika Serikat, ExxonMobil. (*)




