URBANCITY.CO.ID – Pemerintah dan otoritas keuangan memperkuat koordinasi strategis guna meredam dampak ketidakpastian global.
Bahkan, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika geopolitik dunia.
Masyarakat urban dan para pelaku bisnis profesional masa kini memandang stabilitas makroekonomi sebagai fondasi esensial dalam merancang portofolio investasi yang aman dan menguntungkan.
Kepala Departemen Perizinan dan Manajemen Krisis DPMKP OJK, Aslan Lubis, menegaskan bahwa tantangan tahun ini menuntut kolaborasi lintas lembaga yang solid.
Hal itu mutlak terjadi demi melindungi rantai pasok domestik dari gejolak eksternal.
“Semua faktor ketidakpastian itu kemudian mengganggu rantai pasok global, khususnya energi, yang sama-sama kita ketahui juga kita sekarang sudah menjadi net importir, khususnya di minyak,” ujar Aslan Lubis.
Harmonisasi Kebijakan dan Daya Beli
Ekonom Universitas Indonesia, Telisa Falianty, menjelaskan bahwa harmonisasi antara kebijakan moneter dan fiskal harus berjalan secara seimbang tanpa dominasi berlebihan.
Baca juga:Â Sinergi Pemerintah dan DPR: Menjaga Stabilitas Ekonomi Nasional di Tengah Dinamika Global
Selain itu, para investor perkotaan perlu mencermati pergeseran tren finansial masyarakat kelas menengah.
Antara lain fenomena penurunan tabungan hingga pemanfaatan instrumen kredit untuk kebutuhan konsumtif harian.
Sementara itu, Ekonom Senior Prasasti Center for Policy Studies, Piter Abdullah, menyarankan setiap korporasi untuk mengoptimalkan instrumen hedging.




